Pemkab Brebes Beri Penghargaan Bagi PNS

Wakil Bupati Brebes menyampaikan sambutan. Sumber: Pemkab Brebes.

Kaumanpulo – Wakil Bupati Brebes, Narjo, S. H., M. H. melakukan pengarahan proses non tunai penerimaan tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan objektif kepada PNS menjelang pensiun periode TMT pensiun November dan Desember 2019, di Aula Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Selasa (29/10).

Narjo yang mewakili Bupati berpesan agar penerimaan Parimarma digunakan untuk pembiayaan produktif bukan justru untuk hal yang konsumtif. “Jika nanti Bapak-bapak dan ibu-ibu telah habis masa baktinya mendapatkan parimarma. Saya berharap gunakanlah tambahan penghasilan ini dengan baik.”, jelasnya.

Parimarma merupakan tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan objektif lainnya yang diberikan kepada ASN yang pensiun. Hal ini sebagai wujud penghargaan kepada PNS di Kabupaten Brebes yang akan purna tugas maupun meninggal dunia.

Sutrisno selaku Kepala BKPSDMD Kabupaten Brebes menuturkan Parimarma periode TMT pensiun November 2019 sejumlah Rp 858.030.443,- diberikan kepada 45 orang yang terdiri dari golongan IV sebanyak 38 orang, golongan III sebanyak 2 orang dan golongan II sebanyak 5 orang . Sedangkan TMT Pensiun Desember 2019 sejumlah Rp 954.373.704,- diberikan kepada 44 orang yakni 36 orang dari golongan IV, 4 orang dari golongan III, dan 4 orang dari golongan II.

Dilansir dari situs Pemkab Brebes, Narjo menghimbau agar pembiayaan ini digunakan untuk modal usaha atau ditabung untuk pendidikan anak cucu kelak dam juga tak lupa 2,5% untuk Baznas sebagai tabungan akhirat.

Tak Pernah Sepi Peminat

Status pekerjaan yang tetap serta jaminan masa tua yang terjamin membuat PNS menjadi profesi favorit para pencari kerja. Tercatat pada tahun 2018 ada sekitar 4 ribu CPNS yang mendaftar.

“Ada dua perspektif yang melatarbelakangi mengapa pembukaan CPNS selalu ramai dan sangat laku peminat. Pertama karena tingkat pengangguran di negara kita yang masih cukup tinggi. Kedua adalah status sebagai pekerja tetap.”, tutur Triyono, Peneliti Ketenagakerjaan pada Pusat Penelitian Kependudukan LIPI.

Lebih lanjut Triyono menjelaskan bahwa tingginya minat terhadap CPNS menjadi sinyal untuk dunia pendidikan Indonesia. Ia menilai pendidikan Indonesia belum mampu mencetak anak didik yang siap mandiri berwirausaha.

“Mereka senang hanya sehari saja ketika wisuda, seminggu kemudian mulai pusing mencari pekerjaan.”, tambah Triyono.

Add Comment