Teknologi Tanam Cocopeat, Harapan Baru Petani Cabe Di Brebes

Percontohan teknologi cocopeat sebagai media tanam cabe. Sumber: Dinkominfotik Brebes.

Tanjung – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes memperkenalkan teknologi cocopeat untuk budidaya cabe menggunakan polybag. Sebelumnya, dinas terkait menggandeng Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan uji coba di lahan seluas dua hektar belakang kantor Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Tanjung Brebes pada awal tahun 2019.

Ketua HKTI Propinsi DKI Jakarta, Ir Budi Sumadiyo, M. B. A. menjelaskan bahwa budidaya ini menggunakan serabut kelapa yang ditempatkan dalam polybag kemudian irigasinya menggunakan sistem tetes. “Dapat kita lihat dari hasil percontohan yang kita lakukan ini, bahwa sistem ini mampu memberikan untung yang cukup besar bagi petani karna hasil panenya bisa lima sampai enam kali lipat dibanding kita menggunakan sistem tanam yang biasa,” terangnya.

Hasil percobaan tersebut membuktikan bahwa dari seluruh lahan mampu menghasilkan 200kg/hari yang bisa dipanen selama dua bulan. Kualitas yang dihasilkan pun jauh lebih baik dibanding dengan sistem tanam yang umum digunakan.

Hal tersebut dikarenakan pupuk yang digunakan termanfaatkan secara optimal. Biasanya petani melakukan penyemprotan pupuk tanpa disadari pupuk tersebut jatuh ke berbagai arah dan akhirnya terbuang sia-sia.  Sedangkan dalam sistem ini pupuk langsung dialirkan ke akar sehingga terserap maksimal oleh tumbuhan.

“Ya semacam infuse lah, jadi tidak ada pupuk yang tercecer sehingga otomatis mampu menghemat pengeluaran yang biasa digunakan untuk pemupukan tradisional,” ungkap Ir. Yulia Hendrawati, M. Si..

Turut hadir Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) se Kabupaten Brebes untuk bisa melihat secara langsung penggunaan sistem cocopeat. Sehingga kedepannya para tani bisa menggunakan sistem ini agar kedepannya produksi cabe di Brebes bisa terus meningkat, baik kualitas maupun kuantitas.

Cocopeat Media Tanam Yang Ramah Lingkungan

Pada laman resmi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta dijelaskan bahwa cocopeat bersifat mudah menyerap, mampu menyimpan air, dan memiliki pori-pori yang mamudahkan pertukaran udara dan masuknya sinar matahari.

Selain itu, serabut kelapa juga mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (Na), dan Fosfor (P). Selain itu keasaman yang dimiliki oleh serabut kelapa cukup stabil yakni 5,0-6,8 sehingga bagus untuk pertumbuhan akar.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Utara juga menjelaskan mengenai cocopeat ini. Diterangkan bahwa dalam penggunaannya, cocopeat perlu dicampur dengan media tanam lainnya seperti sekam bakar dengan perbandingan 50:50. Tujuannya untuk mempertinggai aerasi pada media tanam, mengingat daya serap pada serabut kelapa cukup tinggi dan menyebabkan aerasi kecil. Maka perlu meningkatkan aerasi dengan sekam agar akar dapat bernafas dengan baik.

Add Comment