500 Pohon Ditanam di Bantaran Kali Sigeleng

Bupati Brebes menanam pohon mangga. Sumber: Dinkominfotik Brebes.

Limbangan Kulon – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Brebes menanam 500  batang bibit pohon. Acara ini untuk  memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Korpri. Bupati Brebes, Idza Priyanti, S. E., M. H. memulai acara dengan menanam bibit pohon mangga secara simbolis di bantaran Kali Sigeleng, Limbangan Kulon, Brebes, Jumat (22/11).

“Kasus kerusakan dan pencemaran lingkungan makin memprihatinkan di berbagai belahan dunia, termasuk di Brebes. Untuk itu, perlu segera mendapatkan penanganan yang serius, dengan komitmen bersama salah satunya dengan melakukan penghijauan,” nilai Idza.

Seperti yang dilansir dari laman Pemkab Brebes, penghijauan di bantaran sungai Sigeleng adalah kerja sama antara Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Brebes dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes. Aksi ini melibatkan 500 anggota KORPRI dengan 500 bibit pohon mangga dan ketepeng.

“Aksi ini bertujuan untuk memelihara ekosistem di sepanjang sungai Sigeleng sekaligus menjaga sistem konservasi air dan tanahnya. Sehingga, ke depan diharapkan sepanjang bantaran Kali Sigeleng menjadi tempat yang sejuk dan nyaman,” tutur Kepala DLHPS Kabupaten Brebes, Drs. Edy Kusmartono, M. Si., yang juga menjabat sebagai Ketua II KORPRI.

Aksi ini juga diikuti Wakil Bupati Brebes, Narjo, S. H., M. H.; Ketua Pengadilan Negeri Brebes, Edi Saputra Pelawi, S. H., M. H.; Kepala BPN, Sutriyono dan Kepala BPS Kab Brebes, Martin Suanta serta para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes.

Tambah Daerah Resapan Air

Setiap air hujan yang turun, sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi mengalir ke sungai dan berakhir di laut. Air yang meresap ke tanah menjadi sumber air tanah, air yang mengalir ke rumah-rumah kita.

Laman resmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menuliskan bahwa banyak sedikitnya jumlah air tanah sangat bergantung pada luas dan kondisi daerah resapan. Semisal, daerah resapan dengan hutan lebat akan menghasilkan air tanah dengan jumlah yang besar.

Menurut Rachmat Fajar Lubis, peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menyebutkan tidak seluruh daerah memiliki potensi air tanah alami yang baik. Namun, sayangnya, zona air sepertinya sering hilang akibat ulah manusia.

Banyaknya pembangunan rumah dan gedung perkantoran mengakibatkan menipisnya daerah resapan air. Sehingga akan berpengaruh terhadap kondisi air tanah. Hilangnya air tanah akan mengakibatkan tanah menjadi kering dan akhirnya terjadi penurunan muka tanah. Untuk menghindarinya, terang Rachmat, sebaiknya kita sedikit menyisakan lahan kosong di sekitar rumah. Bisa juga dengan menanam tumbuh-tumbuhan di sekitar rumah agar bisa memudahkan tanah menyerap air hujan.

Add Comment