Goyang Lidah di Brebes dengan Rujak Belut

Sumber : Instagram Rujak Belut.

Kersana – Semua orang suka rujak, terlebih ibu-ibu hamil yang sedang ngidam. Hmmm, enak kali ya makan rujak buah di siang bolong gini, sensasi segar buah dan legit pedas sambalnya sudah pasti bikin ketagihan. Tapi kalau rujaknya, rujak belut? Kira-kira masih bikin nagih gak nih?

Bagi masyarakat Kersana, Brebes sudah tidak asing lagi dengan rujak belut. Iya, belut goreng yang diberi bumbu kacang mirip sambal pecel ini sudah populer disana sejak tahun 1980an. Berarti sudah melegenda selama 40 tahun.

Dilansir dari beberapa media online, untuk menghilangkan bau amis dan lumpur pada belut cukup digosok belut dengan campuran abu gosok dan garam. Barulah baluri belut dengan bumbu dapur seperti bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, lengkuas dan garam. Lalu diamkan selama 1-2 jam agar bumbu meresap, goreng dan belut siap menjadi bahan rujak.

Sambal mirip sambal pecel itu terbuat dari campuran kacang tanah yang sudah goreng, terasi, asam, jahe garam, gula, dan cabai sesuai selera. Uleg atau tumbuk halus aneka bahan tersebut kemudian barulah masukan belut goreng dan tambahkan irisan bawang merah, tomat dan perasan jeruk. Dijamin bikin nagih deh.

Meski penyajiannya sederhana, hanya belut dengan bumbu kacang namun rujak belut selalu digandrungi pelanggan setianya. Ini dibuktikan dengan adanya Warung Rujak Bu Ribut yang bertahan hingga 3 generasi. Pelanggannya pun datang dari penjuru daerah. Anda ingin mencobanya?

Langsung saja datang ke Warung Rujak Bu Ribut di Jalan Raya Tanjung-Banjarharjo, lebih tepatnya sebelah utara Pasar Kersana atau sebelah barat Pabrik Gula Kersana. Kalian juga bisa menemukan cabang warung legendaris ini di Desa Cigedog, 1 km dari Pasar Kersana. Desa ini ada di Kabupaten Brebes ya foodies, bukan termasuk daerah di Jawa Barat.

Kandungan Gizi Belut

Belut mengandung protein tinggi, sama tingginya dengan protein yang dimiliki ikan. Namun dari segi harga, belut relatif lebih murah dibandingkan ikan.

Selain itu menurut Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), kandungan kalsium pada belut jauh lebih tinggi daripada jenis ikan lainnya. Kalsium ini berperan dalam pembentukan tulang dan gigi. Almatsier menerangkan bahwa kalsium juga berperan dalam proses pembekuan darah, reaksi biologik, dan kontraksi otot. Kekurangan kalsium menyebabkan osteoporosis. Tentu belut sangat dianjurkan untuk dikonsumsi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Dilansir dari beberapa media online, belut bisa menyembuhkan kanker payudara karena belut mengandung senyawa arginin (menghambat sel kanker), belut juga baik untuk jantung, dan mencegah anemia.

Namun, pengolahan belut yang benar adalah dengan tidak menggorengnya. Hal ini karena belut mengandung lemak yang cukup tinggi. Jadi tidak disarankan untuk sering mengkonsumsi belut, sah-sah saja sesekali mengkonsumsi belut goreng. Nah masih tertarik mencicipi rujak belut?

Add Comment