Ilmu Tidak Bisa Dicapai Kecuali dengan Kesusahan

Sudirman Said mencium tangan Bu Mien. Sumber: Instagram milik Sudirman Said.

Kaumanbaru – Pengasuh Ponpes Assalafiyah 2 Saditan Brebes, KH. Subhan Makmum memberi pesan kepada para santrinya untuk terus belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh. Hal itu disampaikan beliau saat pengajian kitab Ta’lim Muta’alim di Masjid Ponpes, September lalu.

“Cari ilmu itu harus menanggung masyakot atau resiko dan hina. Kadang saat belajar tidak nikmat, saat mencari ilmu jangan minta disanjung, kasih sayangnya guru dan teman-temannya untuk mengambil ilmu,” terang Kiai Subhan.

Dilansir dari website Ponpes Assalafiyah, Kiai Subhan juga meminta para santrinya meski tengah menuntut ilmu umum untuk meraih cita-cita namun mereka tidak meninggalkan ilmu agama. Beliau juga menuturkan jika belajar saja tidak mau karena malas maka kelak akan kecewa, seperti saat jadi santri tidak mau sengsara alias mau hidup enak maka kelak tidak akan mengalami kebahagian atas ilmu.

“Setiap manusia ingin mulya, tapi harus berakit-rakit ke hulu, lalu bersenang-senang kemudian. Jangan kau mengandai-andai tanpa perjuangan maka harus melalui perjuangan dan tepaan pahitnya dulu atau keprihatinan serta pengorbanan. Jangan minder saat belajar ilmu, tapi harus saling menghargai, ilmu itu mulya, dan bisa ketemu ilmu kalau kita pernah mengalami kesusahan,” ujar beliau.

Perumpamaan Itu Nyata Adanya

Siapa yang tak kenal Sudirman Said? Calon Gubernur Jawa Tengah 2018 sekaligus mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral ternyata pernah mengalami pahitnya menimba ilmu. Siapa sangka, pria yang kini banyak dikenal orang dulu hampir putus sekolah karena tidak punya biaya.

Sudirman Said atau yang akrab disapa Dirman itu lahir pada Jum’at Kliwon, 16 April 1963 dari pasutri Said Suwito Harsono dan Tarnyu.. Nama Said dibelakang namanya adalah penggalan nama ayahnya yang meninggal dunia saat Dirman duduk dibangku kelas 5 SD. Itu berarti ia menjadi seorang yatim sejak usianya sekitar 10 tahun. Sebelum meninggal, Said adalah seorang kepala sekolah SD dan selepas kepeninggalannya, Dirman sekeluarga harus hidup dengan kesulitan ekonomi.

“Pada umur 10 tahun, bapak meninggal dan ibu menjadi single mother. Kita 6 bersaudara. Merasakan betul bagaimana menjadi miskin,” kata Sudirman seperti yang dilansir dari salah satu portal media online.

Ketika SMP, Dirman sering mendapat beasiswa. Hal itu sebagai hadiah atas ketekunan dan kegigihannya dalam belajar sehingga menjadi murid yang berprestasi. Namun saat SMA, Dirman selalu menangis ketika moment ujian semester datang. Pasalnya, ia tidak mendapat kartu ujian lantaran belum bayar SPP (sumbangan pembinaan pendidikan). Beruntung, LM Hermiyati yang saat itu menjadi guru BP menaruh simpati pada Dirman remaja.

LM Hermiyati atau Bu Mien, sapaan akrabnya, selalu membantu Dirman menyelesaikan drama kartu ujiannya. Lewat tangan Bu Mien, ia bisa mendapatkan kartu ujian meski belum melunasi SPP. “Dia anak baik, anak pintar, sayang kalau tidak bisa sekolah hanya karena tidak ada biaya,” puji Bu Mien dalam salah portal online mengenai pemilu 2019.

Meski harus gali lubang tutup lubang, ibunda Dirman selalu berpesan agar anak-anaknya untuk sekolah sampai setinggi langit. Dirman pernah menjadi kuli bongkar muat bambu dari truk dan berjualan batik yang akhirnya rugi karena ia tidak tega menagih hutang pelanggannya.

Pujian Bu Mien benar, sayang kalau tidak bisa sekolah. Setelah lulus dari SMAN 1 Brebes, ia diterima di UNS Jurusan Bahasa Inggris sekaligus mendapat Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) hingga akhirnya mendapat tiket studi di Master Bidang Administrasi Bisnis, George Washington University, Washington DC USA. Bagi Dirman, ibunya adalah pahlawan bagi kehidupannya saat ini.

“Ibu seorang perempuan desa yang keren, tidak sekolah tapi visioner. Ia pejuang kehidupan, tidak tamat SD, tapi “ngotot” agar anak-anaknya sekolah setinggi mungkin. Karena beliau percaya pendidikan dapat mengangkat anak cucunya dari kebodohan dan kemiskinan absolut. Rasanya tak ada kata lain yang lebih baik: Gusti Allah… terimalah rasa syukur kami,” tulis Dirman dalam caption foto diinstagram saat menghadiri wisuda putrinya.

Add Comment