Pertama Gunakan Sistem Pilkades e-Voting, Brebes Gencar Adakan Sosilisasi

Sosialisasi dan simulasi pilkades e-voting di Bumiayu. Sumber: Pemkab Brebes.

Bumiayu – Bagian Pemerintahan Desa Setda Brebes menggelar sosialisasi dan simulasi e-voting pilkades di Pendopo Kawedanan Bumiayu, Brebes, Kamis (14/11/2019). Pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting ini akan menjadi pengalaman bagi Kabupaten Brebes lebih tepatnya untuk wilayah Brebes Selatan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Brebes, Rofiq Qoidul Adzam yang mewakili Bupati Idza dalam sambutannya menjelaskan tahun 2019 ini akan menjadi tahun pertama Kabupaten Brebes untuk melaksanakan pilkades e-voting. “Tata urut pelaksanaan Pilkades e-Voting ini sebenarnya tak berbeda jauh dari pemilu pada umumnya. Sistem elektorniknya lah yang membuat berbeda, lebih mudah dan akurat,” kata Rofiq.

Perangkat e-voting yang diproduksi BPPT bersama PT INTI ini terdiri atas tiga alat. Pertama,  komputer khusus untuk menampilkan daftar pemilih tetap (DPT) yang sebelumnya sudah diverifikasi oleh panita. Kedua, alat scan KTP untuk membaca data kependudukan warga yang memilih. Ketiga, komputer generator yang pembuka aksesnya berupa smart card, kartu plastik yang bentuknya mirip ATM.

“Kemudahan Pilkades sistem e-Voting juga bisa dilihat dari kecepatan hasil pilkades yang seketika muncul setelah proses pemungutan suara dinyatakan selesai. Tentu ini berbeda dengan sistem pemilihan konvensional yang mesti melewati tahapan penghitungan suara,” imbuh Rofiq.

Plt Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda La Ode Aris Vindar menyebutkan ada sebanyak 36 desa dari 6 Kecamatan se Wilayah Brebes selatan yang bakal mencicipi pemilihan kepala desa (Pilkades)dengan sistem e-voting. “Untuk memastikan seluruh perangkat dan kesiapan pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Brebes telah mengecek alat dan melatih mensosialisasikan serta memberi pembekalan panitia pilkades, terangnya.

Dilansir dari laman Pemkab Brebes, pilkades e-Voting gelombang kedua tahun ini akan dilakukan tiga tahap, dimulai tanggal 8 Desember untuk wilayah Brebes Selatan, wilayah Brebes Tengah  15 Desember dan yang ketiga Wilayah Utara 22 Desember 2019.

Mudahkan Pemilih dan Petugas KPPS

Kepala Sistem Pemilu Elektronik, Andrari Grahitandaru menuturkan dengan adanya sistem e-voting akan mempersingkat waktu dan mempermudah kerja petugas KPPS. “Jam 3 (sore) saja sudah bisa keluar real count. Karena prosesnya, kerja petugas KPPS pun menjadi jauh lebih ringan,” ujarnya.

Ia juga menuturkan dengan e-voting ini masyarakat hanya membutuhkan waktu sekitar 5-25 detik saja dalam bilik suara. “Pemilih tak perlu menunggu dipanggil dan didata secara manual. Mereka cukup membawa kartu tanda penduduk elektronik, yang kemudian akan diperiksa mesin khusus. Identitas pemilik akan dikonfirmasi dengan sidik jari. Setelah itu, akan keluar kartu cip khusus berwarna putih untuk mengaktifkan sistem pemilihan. Selanjutnya dalam bilik, pemilih tinggal menyentuh gambar calon lalu pilih Ya atau Tidak,” imbuh Andrari.

Selesai memilih, pemilih akan menerima secarik kertas seperti struk pembayaran minimarket atau mirip seperti kertas bukti transfer. Kertas tersebut dicetak dengan alat yang bernama Thermal printer. Tak perlu khawatir, kertas ini hanya menuliskan calon yang dipilih tanpa melampirkan identitas sang pemilih. Kertas ini sebagai bukti pemilihan sehingga harus dimasukan dalam kotak suara. Nantinya jika ada yang merasa kurang puas dengan perhitungan komputer, kertas ini bisa dihitung secara manual untuk membuktikannya. Hal ini tentunya meringankan petugas KPPS dalam penghitungan suara.

Munurut Andrari, sistem ini juga mempermudah lansia yang gaptek dan teman-teman tuna grahita. “Justru itu memudahkan masyarakatnya, dia tinggal lihat gambar lalu sentuh,” ucapnya.

Add Comment