Bupati Bangga Banyak Desa Rampungkan Program Tepat Waktu

Acara sosialisasi dan konsolidasi pelaksanaan dana desa tahun 2019 di Aula Kecamatan Bulakamba. (Foto: Oemkab Brebes)

Bulakamba – Bupati Brebes Idza Priyanti merasa banggsa dan gembira lantaran banyak desa yang telah merampungkan kegiatan tepat waktu. Ia pun mengimbau kepada para kepala desa untuk segera melakukan musyawarah desa guna merumuskan kembali program kerja yang akan dilaksanakan di tahun 2020.

Hal tersebut disampaikan bupati dalam acara sosialisasi dan konsolidasi pelaksanaan dana desa tahun 2019 di Aula Kecamatan Bulakamba dan Losari, Selasa (17/12/2019). “Harus ada skala prioritas yang harus dilaksanakan di 2020, seperti salah satunya program yang berkaitan dengan stunting, ODF, RTLH, dan beasiswa,” tegas bupati.

Bupati mengingatkan, sesuai dengan Permendesa Nomor 19/2017 tentang prioritas penggunaan dana desa, disebutkan bahwa dana desa dapat digunakan untuk kegiatan penanganan stunting sesuai musyawarah desa. Pemanfaatan dana desa untuk penanganan stunting dapat dimuali dari pemetaan sasaran secara partisipasi terhadap warga desa yang terindikasi perlu mendapatkan perhatian dalam penanganan stunting oleh kader pemberdayaan di desa.

Selanjutnya, Bupati Idza juga mengimbau agar desa mengalokasikan sebagian dana desa untuk menuntaskan Open Defecation Free (ODF) atau program jambanisasi. “Dana desa bisa dipergunakan untuk program jambanisasi, dan kita dorong untuk itu, sebab masih banyak desa yang belum bebas dari ODF,” urai Idza.

Nominal Dana Desa Turun, Tanda Keberhasilan Perangkat Desa

Dalam pertemuan tersebut, bupati meminta agar perangkat desa tidak berkecil hati ketika mengetahui nominal Dana Desa (DD) yang diterima tahun 2020 mengalami penurunan. Penurunan besaran penerimaan DD, jelas Idza, bukan merupakan kemunduran. Berkurangnya DD yang diterima artinya pemerintah pusat sudah melihat perubahan yang signifikan terhadap pengelolaan DD yang berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa tersebut.

“Bila dana desa turun, itu prestasi. Karena program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya, dikutip dari laman Pemkab Brebes. Idza pun mengapresiasi prestasi tersebut, semoga menjadi contoh bagi desa lain.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Brebes, Rofiq Qoidul Adzam, membenarkan hal tersebut, bahwa penurunan nominal DD merupakan bukti keberhasilan pihak desa dalam melakukan perubahan.

Menurut Rofiq, adanya peningkatan nominal DD justru akan menambah pekerjaan rumah pihak desa, untuk terus melakukan inovasi baru yang dapat menciptakan perubahan tingkat kesejahteraan di wilayahnya.

Add Comment