Salem Miliki Rumah Produk dan Kedai Kopi

Bupati Brebes dan jajarannya berfoto bersama di depan rumah produk dan kedai kopi khas Salem. (Foto: Pemkab Brebes)

Salem – Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, kini memiliki rumah produk dan kedai kopi khas Salem, yang baru saja diresmikan oleh Bupati Brebes Idza Priyanti di Dukuh Sawah Gede, Desa Bentar, Salem, pada pertengahan Desember 2019 lalu. Pembuatan rumah produk dan kedai kopi ini merupakan hasil kolaborasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kecamatan Salem dalam melakukan pemberdayaan masyarakat.

Camat Salem Nur Ary Haris Yuswanto menjelaskan, rumah produk dan kedai kopi ini merupakan tempat kreativitas dan inovasi untuk pengembangan produk-produk yang ada di Kecamatan Salem. “Adanya tempat seperti ini dimaksudkan agar produk-produk yang ada di Salem semakin terkenal dan semakin diminati oleh masyarakat,” kata Ary, dilansir dari laman Pemkab Brebes.

Dirinya berharap adanya dukungan penuh dari pihak pemda, sehingga produk khas Salem semakin terkenal dan berkembang, tidak hanya kopi, tetapi juga batik dan produk-produk asli Salem lainnya.

Sementara itu, Idza menuturkan, pihaknya senantiasa mendukung kreativitas dari desa dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan bersama. Menurutnya, potensi yang ada di desa hendaknya terus digali, dicermati, dan dikembangkan bersama.

“Saya berharap BUMDes yang ada di Salem terus berinovasi dengan mengembangkan potensi yang ada. Manfaatkan komunikasi, kerja sama antardesa untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Salem,” imbau bupati.

Melihat Potensi Kecamatan Salem

Salem merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Brebes, yang memiliki beragam potensi untuk dimanfaatkan. Caroline (2010) dalam jurnalnya berjudul Potensi Kecamatan Salem dalam Pendapatan Asli Daerah menuliskan, Kecamatan Salem memiliki banyak potensi kekayaan ekonomi, sumber daya alam, dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan lebih baik untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hasil analisisnya menunjukkan bahwa Kecamatan Salem menduduki posisi strategis ketiga, artinya pengembangan kecamatan perlu memperhatikan faktor yang berpengaruh, baik internal maupun eksternal dan terintegrasi. Berdasarkan letak geografis Kecamatan Salem, posisi geografis kecamatan ini merupakan potensi strategis yang mampu mendukung perkembangan Kabupaten Brebes.

Caroline mengamati ada beragam potensi di Kecamatan Salem, antara lain: potensi sektor kependudukan, potensi sarana dan prasarana, potensi perekonomian, dan potensi sumber daya alam.  Potensi sektor kependudukan yang dapat dilihat antara lain: (a) Jumlah penduduk yang selalu meningkat; (b) kepadatan penduduk yang tidak merata, menggambarkan Salem masih memiliki potensi sebagai kawasan pengembangan perkotaan; (c) adanya potensi SDM yang didukung dengan tingkat pendidikan; (d) adanya potensi SDM sebagai potensi tenaga kerja; (e) berdasarkan mata pencaharian penduduk menggambarkan adanya potensi SDM yang mendukung bidang pertanian.

Potensi sarana dan prasarana di Kecamatan Salem, antara lain: (a) adanya potensi ketersediaan sarana pendidikan dari jenjang TK hingga SMA; (b) adanya potensi ketersediaan sarana peribadatan; (c) adanya potensi ketersediaan sarana kesehatan; (d) adanya potensi ketersediaan sarana perekonomian yang berperan besar dalam pelayanan ekonomi; (e) adanya potensi ketersediaan sarana perumahan dengan kondisi yang cukup baik.

Sementara itu, potensi perekonomian di Kecamatan Salem yaitu: (a) adanya potensi dari sektor pertanian tanaman pangan, yang menjadi sentra ubi jalar dan ubi kayu, sentra kelapa dan kelapa hibrida, sentra kako, sentra jambu mete, sentra tanaman nilam; (b) adanya potensi sektor peternakan dengan sentra ternak sapi dan kerbau; (c) potensi kerikanan berupa pusat pengembangan perikanan kolam; (d) adanya potensi industri dengan jenis industri kecil dan rumah tangga.

Sedangkan potensi sumber daya alam berupa air, yang digambarkan dari adanya sumber air di Kecamatan Salem. Adanya kawasan potensi strategis kecamatan yaitu kawasan strategis untuk kepentingan lingkungan hidup yaitu Kecamatan Salem sebagai pengembangan kawasan konservasi alam.

Strategi Pengembangan Potensi

Sebagaimana hasil analisis Caroline, Kecamatan Salem perlu didukung dari adanya pengembangan variabel internal dan eksternal. Pengembangan kedua variabel tersebut perlu dilakukan dengan integrasi dan saling melengkapi. Hal itu perlu dilakukan mengingat posisi pengembangan Salem masih sangat minim. Strategi pengembangan yang terintegrasi tersebut perlu dilakukan sebagai upaya untuk membawa perkembangan Kecamatan Salem ke arah yang lebih baik dari kondisi yang lalu.

Untuk itu, berdasarkan posisi strategis yang dimiliki Kecamatan Salem, Caroline merumuskan beberapa strategi dalam pengembangannya, antara lain: (1) pemantapan pengembangan Kecamatan Salem sesuai dengan arahan utama untuk pertanian tanaman pangan lahan kering, perdagangan, perhubungan dengan Salem, industri kecil dan sebagai pengembangan kawasan konservasi alam; (2) peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan HDI (Human Development Indeks/PMI) .

Adapun strategi yang lain, yaitu: pengoptimalan pertanian untuk mendukung potensi ekonomi, khususnya sektor pertanian di Kecamatan Salem; dan peningkatan kualitas juga kuantittas infrastruktur dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat Kecamatan Salem.

Add Comment