Eks Tanah Bengkok Limbangan Kulon Diubah Menjadi Ruang Terbuka HIjau

Lurah Limbangan Kulon Arba Setianto berinovasi dengan mengubah lahan Eks Tanah Bengkok menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH). BREBESKAB.GO.ID

Tanah Bengkok merupakan tanah desa yang sepenuhnya dikelola oleh perangkat desa. Desa diberikan hak atas tanah berupa hak pakai yang berguna untuk kepentingan pemerintah desa sebagai salah satu sumber keuangan dari desa dan dijadikan sebagai aset desa.

Tanah ini merupakan kekayaan desa dan dijadikan sebagai salah satu sumber pendapatan desa yang hasilnya digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan serta pelayanan masyarakat guna operasional desa tersebut.

Lazimnya, tanah bengkok digunakan untuk pertanian, yang penghasilannya untuk perangkat desa atau hasilnya tersebut digunakan untuk sesuatu yang menghasilkan bagi desa tersebut, seperti rumah kontrak, maka penghasilannya tersebut menjadi kas desa yang bersangkutan.

Tanah Bengkok apabila statusnya masih tetap menjadi milik desa, maka pemerintah desa secara mutlak menguasai tanah tersebut, pemerintah daerah hanya bertugas untuk melakukan pembinaan. Akan tetapi setelah berubah menjadi kelurahan maka aset tersebut menjadi milik kelurahan.

Perubahan status desa menjadi kelurahan tersebut diikuti dengan berubahnya perangkat desa menjadi perangkat kelurahan, dahulunya perangkat desa bukan merupakan pegawai negeri sipil, maka oleh karena berubah status pemerintahannya menjadi kelurahan, maka perangkatnya berstatus pegawai negeri sipil dan diberikan gaji oleh pemerintah dan tidak berhak atas penghasilan dari Tanah Kas Desa.

Di Kelurahan Limbangan Kulon tanah eks bengkok ini sudah lama dibiarkan tanpa ada yang mengelola, akhirnya tanah kas desa ini hanya menjadi tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Lurah Limbangan Kulon Arba Setianto kemudian berinovasi dengan menyulap lahan ini menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan adalah bagian dari ruang-ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh tumbuhan, tanaman dan vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektur yang dapat memberikan manfaat ekonomi (kesejahteraan) bagi masyarakatnya.

Secara ekologis RTH dapat meningkatkan kualitas air tanah, mencegah banjir, mengurangi polusi udara, dan menurunkan temperatur kota. Tidak hanya itu, keberadaan RTH juga bisa sebagai sarana rekreasi yang murah meriah bagi masyarakat sekitar.

Dengan adanya pengunjung maka juga bisa memunculkan para pedagang dan pengusaha yang dapat megembangkan usaha di seputar keramaian tersebut. Dengan begitu, kesempatan kerja akan bertambah, perputaran uang bisa meningkat dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat meningkat juga.

Apresiasi Bupati Brebes Terhadap Langkah ini

Bupati Brebes Idza Priyanti memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap Lurah Limbangan Kulon Arba Setianto karena telah memilih langkah ini untuk mengelola lahan terbengkalai. Apresiasi uini ia sampaikan pada saat beliau meresmikan RTH pada, Selasa (24/05/2022) lalu.

“Saya mengapresiasi Lurah Limbangan Kulon, yang tentunya bersama masyarakat telah berhasil menyulap lahan kas desa eks bengkok yang tadinya digunakan untuk pembuangan sampah menjadi RTH yang lebih bermanfaat,” puji Bupati dalam rilis brebeskab.go.id

Idza yakin semakin banyak tempat keramaian yang muncul, maka akan semakin cepat pula perputaran roda ekonomi yang berjalan. Hal ini berkaitan dengan bangkitnya ekonomi Kabupaten Brebes setelah melalui Covid-19.

Adanya Ruang Terbuka Hijau ini juga akan sangat bermanfaat bagi anak-anak, karena bisa digunakan sebagai tempat bermain dan bersosialisasi di tengah maraknya penggunaan teknologi atau ponsel yang semakin menjadi-jadi.

Bupati juga menegaskan agar para orang tua selalu mengawasi putra-putrinya dalam bermain ponsel, agar mereka tidak mengakses hal-hal yang seharusnya tidak boleh mereka lihat. Para orang tua harus bisa membatasi penggunaan ponsel pada anak, dan mendorongnya untuk pergi ke tempat-tempat dimana mereka bisa bersosialisasi sekaligus berolahraga bersama teman-temannya, keberadaan RTH ini menjadi salah satu sarananya.

Terakhir, dalam sambutannya ia ingin semua masyarakat menjaga dan memelihara Ruang Terbuka Hijau ini dengan sebaik mungkin, sehingga bisa terus dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang. “Aja mung bisa mbangun tapi ora bisa ngopeni,” ungkapnya.

Kepala Pusat PPSDM Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta yang diwakili Plt Bidang 1 PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta Mirza Erapunagi juga menyampaikan saat ini masih banyak aset-aset Pemda yang belum terkelola dengan baik. Untuk itu, ia mengapresiasi inovasi Lurah Arba karena telah berhasil mengelola lahan kas desa (Eks Bengkok) di wilayah Limbangan Kulon dengan sangat baik.

Karena memang aset-aset Pemda yang saat ini terlantar memerlukan perspektif dan inovasi baru agar bisa kembali dimanfaatkan. Karena jika tidak ada yang mengambil tindakan, maka aset tersebut bisa hilang seiring berjalannya waktu.

Add Comment