Gerakan Jumat Bersih, Wujudkan Brebes Bebas Sampah

Bupati Brebes Idza Priyanti memimpin ratusan relawan bersih-bersih Kali Kamal, Desa Kedunguter, Jumat (13/5). BREBESKAB.GO.ID

Sampah merupakan isu penting dalam masalah lingkungan perkotaan yang dihadapi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan. Salah satu jenis sampah yang terus-menerus dihasilkan manusia adalah sampah padat. Sampah sendiri diartikan sebagai limbah yang ditimbulkan dari kegiatan manusia maupun binatang yang biasanya berbentuk padat dan secara umum sudah dibuang, tidak bermanfaat atau tidak dibutuhkan lagi.

Setiap hari, Kota Brebes menghasilkan timbunan sampah lebih dari 225 m³, yang berasal dari perumahan, pertokoan, rumah sakit dan pasar. Untuk mengelola sampah tersebut DPU Kabupaten Brebes memerlukan Anggaran Operasional dan Pemeliharaan sampah lebih dari 600 juta rupiah setiap tahunnya meliputi biaya pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir sampah.

Dalam upaya peningkatan pelayanan pengelolaan persampahan, pemerintah Kabupaten Brebes telah mengeluarkan Perda Nomor 10/2000 tentang Retribusi Pelayanan, Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah. Pendapatan dari Retribusi tersebut diharapkan mampu menunjang biaya operasional dan pemeliharaan persampahan.

Namun dalam pelaksanaannya, masih banyak masyarakat Brebes yang enggan membayar biaya retribusi pengangkutan sampah, mereka justru memilih membuang sampah di sungai atau kali sebagai jalan pintas menyingkirkan sampah. Akibatnya banyak ditemui saluran pembuangan air menjadi pampat dan jika musim hujan mengakibatkan banjir di pemukiman warga.

Melihat hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes kemudian kembali mencanangkan Gerakan Jumat Bersih. Gerakan ini sebagai upaya membersihkan wilayah Brebes dari sampah yang terdapat di perkotaan maupun pedesaan. Sehingga terhindar dari banjir maupun genangan air demi tercapainya kehidupan yang indah dan sehat, baik lahir maupun batin.

Dalam pencanangan Jumat Bersih, Bupati Brebes Idza Priyanti memimpin ratusan relawan yang beraksi bersih-bersih Kali Kamal, di Desa Kedunguter Kecamatan Brebes, Jumat (13/5). Dalam aksinya, Bupati didampingi Ketua Dekranasda AKBP Warsidin membaur bersama ratusan relawan membersihkan Kalikamal dari sampah, tanaman gulma, seperti kangkung, eceng gondok yang menutupi saluran.

Nantinya kegiatan seperti ini akan rutin dilakukan setiap bulan diseluruh wilayah Kabupaten Brebes, setiap hari jumat, pada pekan ketiga. Jumat Bersih akan melibatkan seluruh elemen pentahelix dengan harapan dapat mengatasi permasalahan seputar banjir yang sering melanda Brebes.

Kepala DPU Kabupaten Brebes Sutaryono mengakui kalau penanganan drainase belum optimal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya perilaku masyarakat yang tidak peduli lingkungan, diantaranya membuang sampah tidak pada tempatnya. Untuk itu, pihaknya telah membentuk Forum Sistem Jejaring Jaga Banjir (Si Jaga Banjir) yang merupakan kolaborasi pentahelix yang diharapkan dapat menggugah kesadaran dan perilaku masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan.

Karena selama ini pengelolaan sampah dipandang hanya sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Masyarakat lebih berperan hanya sebagai pihak yang dilayani, karena mereka merasa sudah cukup hanya dengan membayar uang retribusi sampah sehingga penanganan selanjutnya adalah menjadi tanggungjawab pemerintah.

Padahal saat ini sudah ada sistem yang lebih baik dan efisien dan dianggap modern yaitu konsep zero waste, dengan menerapkan pengelolaan sampah secara terpadu, mengurangi volume sampah dari sumbernya dengan cara daur ulang dan pengomposan.

Forum Si Jaga Banjir, kata Taryono, juga akan mengedukasi masyarakat agar tidak mendirikan bangunan di atas saluran dan tidak membuang sampah di saluran air. Dengan demikian, sungai dan saluran air lainnya tidak tersumbat dan banjir pun bisa dicegah sejak dini. Aksi bersih sungai ini melibatkan ratusan relawan dari berbagai elemen masyarakat seperti TNI, Polri, ASN, Pelajar dan Forum Si Jaga Banjir serta unsur masyarakat lainnya.

Kedepannya Pemkab juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan persampahan di Kota Brebes. Pelayanan kebersihan memang ditujukan untuk memberikan pelayanan kebersihan sebaik-baiknya kepada masyarakat. Pelayanan kebersihan tersebut sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Brebes, namun demikian untuk melihat sejauh mana pelayanan yang sudah diberikan, maka perlu dilakukan suatu langkah evaluasi.

Add Comment