Kontribusi Sektor Pertanian Brebes sebagai Penyedia Pangan Nasional

Penandatanganan kerjasama program Serapan Gabah Petani (Sergap) Mandiri, Bupati Brebes Idza Priyanti dengan Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita di ruang VIP Pendopo Bupati, Kamis (19/5). BREBESKAB.GO.ID

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan strategis dalam struktur pembangunan nasional, terutama dalam penyusunan konsep dan implementasi kebijakan perekonomian Indonesia.

Sektor pertanian juga merupakan hal yang substansial dalam pembangunan, yaitu sebagai pemenuh kebutuhan pangan, penyedia bahan mentah untuk industri, penyedia lapangan kerja, dan juga sebagai penyumbang devisa negara.

Indonesia yang merupakan negara agraris menduduki peringkat pertama sebagai negara penghasil padi terbesar di dunia. Masyarakat Indonesia yang menjadikan padi sebagai makanan pokok membuat jumlah produksi padi sangat tinggi setiap tahunnya.

Jika dilihat dari data BPS, pulau Jawa tercatat sebagai daerah penghasil padi tertinggi di Indonesia, hal ini menyebabkan apabila produksi padi di Pulau Jawa menurun secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat ketersediaan produksi padi nasional.

Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten penghasil padi di pulau Jawa. Mayoritas warga Brebes bekerja di sektor pertanian karena memiliki lahan pertanian padi yang cukup luas membuat jumlah produksi padi cukup besar setiap tahunnya. Kabupaten Brebes memiliki luas wilayah 176.962 hektar, yang terdiri atas 80.256 hektar (45,35%) luas panen sawah dan 66.706 hektar (37,70%) luas panen lahan kering (BPS Kabupaten Brebes, 2020).

Selain itu, jika dilihat dari penyerapan tenaga kerja dari 823.181 orang yang bekerja, sejumlah 260.588 orang (31,66%) bekerja di bidang pertanian (BPS Kabupaten Brebes, 2020). Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Brebes merupakan salah satu kabupaten yang masih mengandalkan sektor pertaniannya dalam menunjang pembangunan perekonomian.

Dukungan Pemkab Terhadap Petani Lokal

Pemerintah Kabupaten Brebes, dalam hal ini sebagai pembuat kebijakan memberikan dukungan penuh untuk menunjang keberhasilan sektor pertanian yang ada di Kabupaten Brebes, khususnya bagi para petani padi. Dukungan ini kemudian diwujudkan dengan membuat program Serapan Gabah Petani (Sergap) Mandiri yang sudah berlangsung sejak tahun 2021.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memperpanjang Memorandum of Understanding (MoU) terkait pembelian gabah petani Brebes. Penandatanganan kerjasama ini dilakukan Bupati Brebes Idza Priyanti dengan Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita di ruang VIP Pendopo Bupati, Kamis (19/5).

Sergap Mandiri merupakan program yang direalisasikan Pemkab Brebes untuk membantu mensejahterakan para petani. Dalam program ini, Pemkab Brebes akan membeli gabah langsung dari para petani dan akan disalurkan pada semua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kabupaten Brebes.

Seluruh ASN diwajibkan untuk membeli gabah yang ada, sehingga program penyerapan ini bisa maksimal. Idza menyampaikan penyediaan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Brebes sebagai ikhtiar bersama untuk meneruskan perjuangan menghormati dan menghargai hasil petani. Apalagi sektor pertanian Kabupaten Brebes turut berkontribusi terhadap penyediaan pangan nasional.

Bupati menyampaikan program serapan gabah yang dilaksanakan sejak Juni 2021, telah berhasil menyerap 587.940 kilogram atau setara dengan 937.106 kilogram gabah kering giling, hampir mencapai 1000 Ton dengan harga yang menguntungkan petani.

Hal tersebut membawa dampak positif, karena disamping gabah terserap pada saat panen raya, harga jual gabah di tingkat petani juga ikut terkontrol, tidak dalam tekanan tengkulak yang mematok harga rendah di pasaran. Dengan kerjasama ini, kesejahteraan petani lokal akan lebih terjaga karena baik harga gabah dan beras akan sama-sama terkontrol dengan baik. Beras yang disalurkan ke ASN di Brebes juga dijamin kualitasnya, karena berstandar beras kualitas premium, dengan butir patahannya maksimal 15 persen.

Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita menyampaikan, MoU pembelian beras petani oleh ASN merupakan program pertama dan satu-satunya di Jateng bahkan di Nusantara. Untuk itu, pihaknya akan berupaya mendorong program tersebut agar ditiru daerah lain mengingat sangat efektif untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Febby Novita juga akan terus meningkatkan kualitas beras yang didistribusikan agar tidak ada kekecewaan dari para ASN yang membeli beras melalui Bulog. Namun demikian pihaknya juga akan senantiasa menerima masukan, kritik dan saran guna memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

Add Comment