Pilkades Serentak Kabupaten Brebes, Junjung Tinggi Kerukunan

Bupati Brebes Idza Priyanti meninjau pelaksanaan Pilkades Kemiriamba, Kecamatan Jatibarang, Rabu (18/5). BREBESKAB.GO.ID

Perkembangan politik dan demokrasi di daerah pedesaan sudah menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Hal itu bisa dilihat dari antusiasme masyarakat yang cukup tinggi pada setiap penyelenggaraan pemilihan kepala desa, mulai dari pendaftaran hingga saat hari pencoblosan tiba. Masyarakat menyambut pesta demokrasi ditingkat desa tersebut dengan berbagai bentuk sikap dan perilaku.

Penyelenggaraan demokrasi tingkat desa tersebut juga merupakan sebuah momentum yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, karena nantinya akan muncul pemimpin baru yang siap memakmurkan desanya. Adanya pemilihan kepala desa yang bersih diharapkan dapat memberikan dampak dari kepemimpinan Kades hasil Pilkades tanpa politik uang membawa pembangunan desa yang baik. Dengan demikian diperlukan kesadaran politik masyarakat dalam mewujudkan pemilihan kepala desa yang bersih.

Kepala desa merupakan unsur terpenting yang harus ada dalam suatu sistem pemerintahan desa selain dari pada BPD. Kepala desa merupakan pimpinan tertinggi dalam suatu desa yang dipilih langsung oleh masyarakat desa. Kepala desa bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Dalam hal ini kepala desa akan dipilih langsung oleh penduduk desa sebagai pemimpin pemerintahan desa

Pelaksanaan pemilihan kepala desa meliputi tahapan-tahapan, adapun tahapan pilkades serentak meliputi persiapan, pencalonan, pemungutan suara dan penetapan yang berpedoman pada Peraturan Daerah nomor 4 tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Daerah nomor 6 tahun 2015 tentang pemilihan kepala desa dan Peraturan Bupati Brebes nomor 60 tahun 2021 tentang pemilihan kepala desa serentak.

Junjung Tinggi Kerukunan

Pilkades serentak gelombang III ini melibatkan 43 desa yang tersebar di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes. Dalam pantauannya, Rabu (18/05/2022) Bupati Brebes Idza Priyanti ingin gelaran pesta demokrasi tingkat desa itu dapat berjalan lancar, aman, damai dan sukses. Ia juga berpesan agar masyarakat, utamanya para pendukung calon kepala desa (Cakades) tidak mudah terprovokasi, dan senantiasa menjaga kerukunan.

Tercatat ada 142 calon kepala desa yang maju dan saling bersaing untuk memperoleh suara tertinggi di desanya masing-masing. Meskipun dari 43 desa yang melaksanakan Pilkades terindikasi ada desa yang masuk rawan konflik, namun Idza tetap optimis akan berjalan dengan lancar. Ia ingin semua warga tetap menjaga kerukunan agar pesta demokrasi berjalan lancar, tertib dan kondusif.

Bupati Brebes beserta Forkopimda monitoring pemungutan suara diantaranya, Desa Wangandalem Kecamatan Brebes, Desa Kemiriamba (Jatibarang), Desa Rengaspendawan dan Desa Slatri Kecamatan (Larangan), Desa Ciduwet (Ketanggungan) dan Desa Losari Lor (Losari).

Dari monitoring tersebut diketahui berbagai upaya dilakukan Panitia Pemilihan Kepala Desa untuk mensukseskan dan memastikan hajat pemilihan pemimpin desanya berjalan aman dan lancar. Seperti di Desa Wangandalem Kecamatan Brebes untuk menarik minat masyarakat menggunakan hak pilihnya, salah satu tokoh masyarakat desa setempat menyediakan doorprize berupa 19 unit sepeda motor. Hadiah tersebut akan diundi yang diperuntukan untuk 18 RT masing masing 1 unit dan 1 unit diberikan kepada Cakades yang kalah.

Pilkades ini juga dimonitor Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Kabupaten Brebes Subagya. “Kami berharap pilkades ini berjalan lancar, aman, damai dan sukses. Persaudaraan masyarakat juga tetap terjaga dengan selalu rukun, para calon dan pendukungnya juga harus siap menang dan siap kalah,” ujar Subagya. Kementerian Dalam Negeri juga ikut memonitor secara daring pelaksanaan pilkades serentak ini, bersama 3 kabupaten lain yang juga menyelenggarakan Pilkades serentak di seluruh Indonesia.

Add Comment